BAB 1
PENDAHULUAN
Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting. Sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa. Sebab jatuh bangunnya suatu masyarakat tergantung kepada bagaimana akhlaknya.
Yang dimaksud dengan akhlak dalam pemakaian sehari-hari adalah akhlak yang baik (al-akhlakul karimah) umpamanya dikatakan orang itu berakhlak artinya orang itu mempunyai akhlak yang baik dan orang tidak berakhlak artinya orang itu tidak mempunyai akhlak yang baik atau buruk akhlaknya.
Kajayaan seseorang terletak pada akhlak yang baik dan kejatuhan nasib seseorang, masyarakat, dan bangsa itu dikatakan tidak baik dikarenakan kehilangan akhlak baiknya atau kejatuhan akhlak. Akhlak bukan hanya sekedar sopan santun, tata karma yang bersifat lahirnya dan seseorang terhadap orang lain melainkan lebih dari itu.
Manusia terdiri dari unsur jasmaniah dan rohaniah. Di dalam kehidupannya, ada masalah material (lahiriah), spiritual (batiniah), dan akhlak. Apabila seseorang tidak mempunyai rohani, maka orang itu mati. Sebaliknya, apabila seseorang tidak mempunyai jasmani, maka tidak dapat disebut manusia.
Akhlak yang mulia dalam agama islam adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban, menjauhi segala larangan-larangan, memberikan hak kepada Allah SWT, makhluk sesame manusia dan alam sekitar dengan sebaik-baiknya.